Rabu, 24 April 2024 sd Kamis, 25 April 2024, para siswa SMA Sint Louis dan SMK IPT Karangpanas di bawah naungan Yayasan PAK Semarang mengikuti kegiatan penguatan moderasi beragama. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Retret Panti Samadi Nasaret dan difasilitasi oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Acara dibuka oleh Kabimas Katolik Provinsi Jawa Tengah Bpk FX Karyanto, S.Ag, M.Si dan narasumber Ibu Rabi’atul Adawiyah, S.H, M.Kn dari UIN. Dalam arahannya, Kepala Bimas Katolik menyampaikan kegiatan ini baik dan penting untuk hidup bernegara saat ini. “Sekarang tidak lagi bicara lulus sekolah mau jadi apa, tetapi setelah lulus, apa yang mau dilakukan untuk Negara ini”, tuturnya.

Kegiatan dilaksanakan selama 2 (dua) hari. Para siswa begitu antusias mengikuti kegiatan dan dalam bentuk ceramah, diskusi dan games. Harapan dari kegiatan ini salah satunya adalah para siswa terbiasa bekerja sama dan mengembangkan sikap moderat dan budaya kasih dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan masyarakat pada umumnya.

Penanaman moderasi beragama merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diterapkan, demi terbentuknya Bangsa atau Negara yang rukun dan harmonis. Kaum ”Gen Z” diajak untuk bisa memahami dan mengerti terkait sikap moderasi beragama. Dari sikap ini menjadi alat yang sangat kuat dan penting untuk merespon dinamika zaman sekarang yang serba digital, dan juga maraknya intoleransi dan fanatisme yang berlebihan yang mampu mencabik dan merusak kerukunan, kedamain dan keharmonisan antar agama.

Budaya sekolah merupakan nilai-nilai tradisi yang menjadi ciri khas dari suatu sekolah dan menjadi pedoman bagi seluruh warga sekolah dalam berperilaku. Melalui adanya budaya sekolah yang bersifat positif dapat menciptakan suasana lingkungan sekolah yang kondusif sehingga terwujudnya visi dan misi dari sekolah. Adapun budaya sekolah yang hidup dan berkembang di SMA Sint Louis Semarang adalah multicultur school: menerima adanya keberagaman, hidup dalam persaudaraan, kasih, dan damai. Persaudaraan memiliki makna bahwa seluruh warga sekolah merupakan satu keluarga besar yang tidak dapat dilepas pisahkan. Sedangkan kasih dan damai memiliki makna bahwa seluruh aktivitas pada lingkungan sekolah tersebut didasari pada rasa kepekaan, kepedulian, kekompakan, cinta lingkungan,tanggung jawab, kedisiplinan, kasih sayang, kejujuran, saling menghormati, toleransi, dan selalu mengedepankan kedamaian serta menghindari perpecahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *