Perkembangan Batik Solo Era 4.0

oleh : Meriam Sheeren D (XII MIPA 1)

I. Pengantar
Batik adalah warisan budaya Indonesia yang sudah ada dari zaman dulu. Batik ini
berupa sebuah kain bergambar namun pembuatannya memiliki teknik khusus. Teknik
khususnya dengan cara menuliskan atau menerakan malam (lilin) pada kain yang sudah
di sketsa lalu di olah dengan cara khusus.
Batik Indonesia ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan
Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) dari tahun
2009 tepatnya pada tanggal 2 Oktober.
Lalu apakah batik solo mengalami perkembangan terutama di abad 4.0 ini? Lantas
apa saja perkembangan yang terjadi pada batik solo di ababd 4.0?.

gambar ilustrasi: kegiatan membatik Siswa SMA Sint Louis
II. Pembahasan
Batik sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit dan berkembang sampai
sekarang. Awalnya kesenian batik ini merupakan salah satu kebudayaan keluarga
kerajaan. Namun seiring berjalannya waktu, rakyat-rakyat kecil mulai membuat batik
untuk mengisi waktu luang.
Selain menyebar di Indonesia, cara atau teknik membatik meluas sampai keluar
negeri yaitu Nigeria, Kamerun, India, Sri Lanka dan masih banyak lagi.
Sebelum mengetahui bagaimana perkembangan batik solo, harus melihat terlebih
dahulu jenis, dan corak batik apa saja
a) Jenis-Jenis Batik
Semakin maju teknologi semakin maju pula perkembangan batik yang ada di
Indonesia. Hal ini menyebabkan bertambahnya jenis-jenis batik yang ada yaitu:
 Batik Tulis
suatu teknik melukis diatas kain, dimana kain tersebut akan dihias dengan tekstur
dan corak Batik dengan menggunakan tangan. Dalam pembuatan batik tulis
menggunakan alat bernama canting dan perlu kesabaran, ketelitian, wakti serta
pengalaman untuk membuat batik tulis.
 Batik Cap
Salah satu teknik membatik yang menghiasi kain dengan teksture dan corak Batik,
alat yang digunakan berupa cap.
 Batik Printing
Teknik batik ini bisa disebut dengan batik sablon karena prosesnya menyerupai
penyablonan.

b) Corak-Corak Batik
Batik di Indonesia sangat banyak, ada batik Solo, batik Yogyakarta, batik Papua,
batik Makassar dan lain-lain. Berikut beberapa macam corak batik yang ada di Indonesia:
 Batik Parang Rusak
Memiliki arti pertarungan manusia yang melawan kejahatan
 Batik Megamendung
Memiliki arti yaitu “Mega” sebagai awan serta “Mendung” sebagai sifat yang
sabar.
 Batik Kawung
Memiliki arti sebagai pengendalian diri yang sempurna, hati yang bersih tanpa
adanya keinginan untuk ria.

c) Perkembangan Batik Solo
Semakin maju teknologi dan perkembangan zaman, batik Indonesia juga harus
berkembang terutama untuk batik Solo.
Sekitar abad 17 sampai abad 19 batik mulai berkembang khusus di wilayah Pulau
Jawa. Batik adalah salah satu hobi untuk keluarga kerajaan namun seiring berjalannya
waktu , perkembangan batik di teruskan oleh masyarakat. Masyarakat mengembangkan
batik menjadi komoditi perdagangan terutama untuk batik Solo.
Batik Solo sangat terkenal dari segi corak dan pola tradisional,namun produksi batik
sempat menurun dan sekarang normal kembali. Hal ini karena para pengrajin batik
mendapat dukungan dari wali kota yaitu mengkonservasi 30 rumah kuno bersejarah
untuk mengembangkan Laweyan yaitu tempat batik sebagai objek wisata, cagar budaya,
dan industri batik.
Sebanyak 215 motif batik dari Laweyan dipatenkan dan kini Laweyan telah mendapat
ribuan pekerja dengan omzet penjualan yang sangat besar setiap bulan.

III. Kesimpulan
Sampai sekarang perkembangan batik masih terus ada dan masih ada orang-orang yang
mengembangkan beranekaragam batik baik dari corak maupun tekniknya. Maka dari itu
sebagai rakyat Indonesia kita semua harus mencintai ikut mengembangkan warisan
budaya yang sudah ada serta jangan melepaskan warisan budaya yang sangat bersejarah
ini.

Salam Literasi

SMA SINT LOUIS Gemilang !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *