Perkembangan Batik Solo Era 4.0

oleh:Hawa Ameylia Putri Arta

 

Revolusi industri 4.0 terhadap perkembangan batik Nusantara sangat penting terutama pada bidang perekonomian. Pertumbuhan perekonomian Indonesia tentang warisan Nusantara dari industri batik mempunyai pengaruh besar. Pada revolusi industri 4.0 perkembangan batik tidak terlepas dari tren masa kini atau tren digitalisasi. Salah satu contoh batik Nusantara yang bisa dikembangkan pada revolusi industri 4.0 adalah batik Solo.

Pada perkembangan batik Solo sendiri diikuti dengan revolusi industri. Perkembangan era digitalisasi menjadikan batik Solo lebih cepat dikenal dan menjadi tren. Bukan hanya tren di dalam negeri saja, melainkan menjadi tren di luar negeri serta mancanegara. Keuntungan dari berkembangnya tren melalui digitalisasi menyebabkan kenaikan jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia. Hal ini dapat menjadi keuntungan besar bagi para pengrajin batik Solo karena naiknya jumlah peminat batik. Pemerintah juga ikut serta untuk mendorong para pengrajin batik untuk terus mengembangkan berbagai inovasi serta teknologi sehingga batik Solo dapat diterima lebih baik lagi di mancanegara melalui perkembangan pada abad 4.0 ini.

Surakarta atau lebih sering dikenal dengan Solo banyak dikenal masyarakat karena  kekentalan adat Jawanya. Surakarta sangat terkenal dengan ikon batiknya. Batik yang menjadi ikon wilayah Surakarta adalah batik Solo. Batik Solo merupakan batik yang pada dasarnya berasal dari peradaban Jawa yang berasal dari tradisi keraton. Wilayah Surakarta yang juga merupakan salah satu peradaban Jawa sudah menggunakan batik sebagai busana keraton. Di dalam keraton, batik merupakan salah satu karya seni  kerajinan lukis. Pada peradaban keraton dahulu, membatik merupakan mata pencaharian serta pekerjaan yang banyak diminati di wilayah keraton. Batik Solo ini mempunyai filosofi yang sudah turun temurun menjadi warisan budaya masyarakatnya. Karena peradaban itu, Batik Solo menjadi salah satu ciri khas masyarakat Jawa. Sebagai karya seni lukis dengan keindahannya, batik mulai berkembang  dengan pesat dan dikenal oleh masyarakat luas.

Pada setiap daerah di Nusantara pasti mempunyai ciri khas dan corak batik yang berbeda-beda. Ciri khas dan corak inilah yang menjadi pembeda serta daya tarik tersendiri bagi para peminat batik. Batik Solo atau biasa disebut batik Surakarta  mempunyai ciri khas khusus yang menonjol. Ciri khas itu terletak pada corak serta pola tradisional yang dilukiskan pada kainnya. Tidak hanya terletak pada coraknya, batik Solo juga mempunyai ciri khas pada warnanya. Batik Solo cenderung menggunakan warna gelap sebagai latarnya seperti warna yang berdominansi coklat. Penggunaan warna ini berbeda dengan batik Yogyakarta yang lebih menggunakan warna yang terang. Ciri khas lain dari batik Solo terletak pada polanya dan motifnya. Pada batik solo banyak terdapat unsur geometri serta mempunyai ukuran motif yang kecil. Pada batik Solo sendiri, motif yang berukuran kecil disebut dengan Truntum.

Batik Solo mempunyai motif yang sangat beragam. Motif tersebut bukan hanya semata-mata hanya sebuah gambar, melainkan setiap motif mempunyai makna yang berasal dari leluhur terdahulu yang sudah dijaga turun-temurun. Beberapa contoh motif batik Solo yang sudah mendunia antara lain motif sidomukti, motif truntum, motif sawat, motif parang ,motif kawung ,motif satrio manah, dan motif semen rente. Pada masing-masing motif terdapat makna yang ingin disampaikan. pada motif sidomukti makna yang ingin disampaikan  adalah tentang kesejahteraan. Berbeda dengan motif sidomukti, motif truntum mempunyai makna yang sesuai namanya yaitu menuntun. Motif ini biasa digunakan para wanita yang sudah mempunyai anak yang diharapkan mereka dapat menuntun anak-anak mereka menjadi anak yang baik. Batik yang bermotif sawat ini sering dipakai oleh raja serta keluarganya yang mempunyai lambang sebagai pelindung mereka dari bahaya. Untuk motif batik parang sendiri merupakan batik tertua di Indonesia dan mempunyai makna kesinambungan. Motif batik kawung merupakan motif yang berupa bulatan-bulatan seperti buah  yang mempunyai makna kesucian dan umur panjang. Motif batik semen rente mempunyai makna tentang adanya tiga dunia menurut ajaran Jawa.

Perkembangan batik Solo pada abad 4.0 ini tentu harus diikuti dengan perkembangan teknologi serta inovasi dan kreativitas yang lebih maju. Teknik-teknik pembuatan batik Solo juga harus ikut berkembang seiring berjalannya waktu. Pada proses pembuatan batik Solo mempunyai tingkat kesulitan dan kerumitan yang berbeda-beda tentunya. Pada proses pembuatan batik terdapat keunikan pada penggunaan canting. Teknik membatik dengan canting dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Sentuhan-sentuhan cairan malam dan keahlian pengrajin juga menjadi poin penting serta ciri khas dalam proses pembuatan batik. Karena kesulitan dan keunikannya menjadikan batik bernilai tinggi dan disukai oleh masyarakat luas. Seiring dengan berkembangnya waktu, teknik membatik juga ikut berkembang. Teknik pembuatan batik tidak hanya menggunakan canting saja, melainkan dengan teknik cap. Teknik ini dinilai lebih cepat namun tidak mengurangi kualitas kain batik itu sendiri. Pada era revolusi industri, perkembangan teknologi bergerak sangat pesat. Perkembangan pembuatan batik Solo pada zaman sekarang juga sudah menggunakan teknik printing. Teknik ini dilakukan secara massal dengan mesin dan desainnya di buat oleh komputer. Dengan teknik printing, motif batik Solo dapat dikembangkan dan lebih beragam lagi mulai dari motif dan lainnya.

Perkembangan batik Solo pada abad 4.0 ini selalu diikuti dengan revolusi industri serta perkembangan teknologi yang semakin maju. Keunikan serta corak batik Solo yang menjadi daya tarik serta ciri khas menjadikan batik Solo pantas untuk berkembang di dunia perdagangan dalam negeri maupun luar negeri. Selain produk yang mempunyai kualitas yang bagus, peran masyarakat serta pemerintah juga sangat penting dalam perkembangan batik Solo sendiri. Keberagamaan serta keindahan motif, corak, warna, serta filosofi dalam batik Solo akan terus berkembang seiring berjalannya waktu dan teknologi. Kita harus selalu memupuk rasa cinta tanah air dan bersikap pintar dalam menghadapi perkembangan pada abad 4.0 ini. Kita tetap harus selalu melestarikan batik Solo dan jenis batik lainnya agar peradabannya tidak tergerus dengan perkembangan zaman.

Salam Literasi 

SMA Sint Louis Gemilang !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *