PERKEMBANGAN BATIK SEMARANGAN ERA 4.0

oleh : Charmelia floretta Watken – XII MIPA 1

Semarang adalah Ibu Kota Jawa Tengah  yang merupakan salah satu Kota yang memiliki sejarah  perbatikan. Perbatikan di Semarang mulai di gunakan  pada zaman bupati pertama Semarang yaitu KI AGENG PANDAN ARANG. Sebagai alat syiar Agama Islam saat itu. Namun perjuangannya dilanjutkan oleh anaknya, yakni Ki Ageng Pandanaran hingga sampai ke Bayat, Klaten. Bukti bahwa adanya Batik Semarangan pun ada di Museum Den Haag Belanda dan Museum di Los Angeles, Amerika Serikat. Kedua museum itu di klaim memiliki koleksi Batik Semarangan. Batik Semarangan ada pada 1840-1860. Lebih dari 1.000 tahun teknik batik telah di ketahui, kemungkinan berasal dari Mesir kuno atau Sumeria. Hingga awal abad ke-20, batik yang dihasilkan merupakan batik tulis. Batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I berakhir atau sekitar tahun 1920. Dan teknik yang di gunakan pada zaman dulu hanya teknik batik tulis dan teknik batik cap. Pada perkembangan di abad 4.0 ini atau lebih tepatnya di zaman era seperti sekarang ini apakah teknik yang di gunakan masih sama saja atau ada perkembangan teknik modern dalam proses pembuataan batik.

Setelah melakukan survey di salah satu Daerah di Kota Semarang tepatnya di Kampung Batik Semarang Daerah Tembalang Jalan Raya Sumberejo no 1993, Meteseh.

Dapat di ketahui bahwa di daerah tersebut  masih menggunakan teknik Batik canting dan cap seperti dulu,’’karna di daerah tersebut ingin mempertahankan budaya asli yang sudah ada sejak turun temurun ini’’. Ujar salah satu pekerja dari kampong batik semarang.

Apakah  teknik dan bahan yang digunakan masih sama dalam pembuatan batik secara tradisonal dan modern.

Bahan dan teknik yang di gunakan untuk pembuatan  batik menggunakan teknik canting dan cap bahan yang di perlukan kain mori ( bisa terbuat dari sutra atau katun), gawangan(tempat untuk menyampirkan kain),lilin(malam) yang dicairkan, panci dan kompor kecil untuk memanaskan,larutan pewarna. Motif yang di hasilkan dari batik tradisional adalah motif batik lawang sewu,motif lawang sewu asem kekiteran, motif asem tugu semarang, motif blekok, motif, cheng hou neng klenteng. Untuk  teknik yang digunakan pada pembuatan batik modern adalah  printing, bahan yang digunakan adalah plangkan,meja sablon,pewarna,lem sablon, film/klise,lak dan thinner. Motif yang dihasilkan sama tetapi cara pembuatan yang berbeda,  

            

Dari kedua teknik yang berbeda bisa di lhat bahwa proses pembuatan batik memang berbeda ada yang pembuatanya secara modern dengan menggunakan mesin dan juga pembuatan secara tradisional dengan menggunakan teknik  tulis tangan  dan cap.              

Kesadaran masyarakat setempat untuk menggunakan batik sebagai bentuk melestarikan kekayaan bangsa. Pada saat ini masyarakat telah menggunakan batik sebagai seragam baik di lingkungan pelajar,organisasi,pekerjaan, dan lain sebagainya.

Sma Sint Louis Semarang telah menetapkan batik sebagai baju seragam hari rabu dan kamis sebagai tanda melestarikan kebudayaan yang di miliki. “Karna salah satu warisan budaya bangsa Indonesia adalah batik yang perlu di lestarikan, Melestarikan bukan  hanya  pada hari besar tetapi juga dalam keseharian yang kita miliki”. Ujar  bapak Djoko Murwanto salah satu guru SMA SINT LOUIS SEMARANG

Batik juga telah menjadi suatu kebudayaan yang tidak bisa di lepaskan dari Indonesia terutama di daerah Jawa karena batik sudah menjadi ikon dari pulau jawa sendiri.

Namun mesti begitu batik harus bisa mengikuti perkembangan zaman di era 4.0. “kemajuan teknologi itu bisa membuat batik semakin berkembang dan diminati banyak masyarakat. Masyarakat juga tidak hanya melihat batik dari satu sisi tetapi sisi lain dari batik teknologi masyarakat bisa memiliki kreatifitas untuk memunculkan motif-motif baru  tapi juga dari berbagai sisi”, ujar guru SMA SINT LOUIS  yang mengajar di mata pelajaran ekonomi ibu Darmani.

Pada umumnya batik hanya di gunakan ketika hari raya besar seperti pada saat hari batik nasional, namun hal ini tidak membuat masyarakat untuk tidak menggunakan batik pada hari biasa. Karna  pada saat ini pemerintah di daerah setempat telah menetapkan batik sebagai baju wajib yang di gunakan pada hari tertentu dalam seminggu.

Batik adalah budaya bangsa Indonesia oleh karna itu kita sebagai putra dan putri Indonesia wajib untuk melestarikan budaya kita dengan menggunakan batik sebagai rasa bangga dan cinta tanah air.

Salam Literasi.

SMA Sint Louis Gemilang !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *