Nona Theresia Distress Retang,  S.Ag.,M.M (Guru SMA SINT LOUIS)

(Disalin dari Majalah KIPRAH SMA SINT LOUIS)

 

Apakah Anda punya mimpi? Mimpi  membuat  kita  berani  berharap  dan berjuang untuk sesuatu yang lebih baik dalam hidup  maupun  bagi  dunia  ini.  Mimpi  membuat  kita  berani untuk  berjuang  menghadapi pandemi  Covid-19.  Pada masa sulit seperti ini, tentu Tuhan juga punya mimpi untuk  kita.  Tuhan  pasti  bekerja  bersama  kita mewujudkan mimpi-mimpi tersebut.

Pandemi  Covid-19  menunjukkan  kerapuhan manusia. Banyak orang tiba-tiba sakit. Banyak orang mati  yang  tidak  bisa  dihantar  keluarganya  sampai peristirahatan terakhir. Sebagai  pelajar,  apa  yang  Anda  maknai  dari  pandemi  Covid-19?  Masihkah  punya  mimpi?  Atau mimpimu tertinggal bahkan terkubur dibawah bayang- bayang kenyamanan menjadi kaum rebahan (belajar-makan-malas mandi-game online-di kamar seharian)?

Heiiiii  orang  muda….  Wake  up!!!!  Bangun  dan sadarlah.  Jadilah  penyembuh  dengan  membuat orangtuamu tersenyum dan bangga melihatmu rajin belajar  dan  do  something  (belajar  dan  lakukan sesuatu yang positif tidak hanya pelajaran). Renungkanlah, apa yang sudah Anda kerjakan atau  lakukan  setahun  lebih  Pandemi  ini  yang mengikatmu di rumah saja? Ayo sekarang waktunya menjadi seorang yang kreatif, seorang yang berani melakukan transformasi. Paling  tidak  ada  hal-hal  berguna  yang  akan bermanfaat untuk perkembangan jiwa ragamu.

Dalam kisah penyembuhan seorang yang lumpuh di Kapernaum (Markus 2:1-12), dikisahkan bagaimana Yesus  menyembuhkan  fisik  dan  rohani,  bukan  saja hanya  si  lumpuh,  tetapi  mereka  semua  yang  hadir bersama  si  lumpuh.  Yesus  memperbaharui  hidup mereka, hidup yang ditopang oleh persahabatan yang tulus.  Yesus  membawa  penyembuhan  yang  utuh, secara pribadi dan secara sosial. Penyembuhan yang utuh hadir dalam kebersamaan.

Apa hubungannya kisah Yesus menyembuhkan seorang yang lumpuh dengan persiapan  menyongsong  penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM)??? “Keterpisahan  dari  komunitas  adalah penyakit  serius”  ,  makin  menurunnya responsibilitas peserta didik pada pembelajaran  jarak  jauh  yang  berlangsung cukup lama. Manusia adalah makhluk sosial, masa pandemi  ini  semakin  membuat  jarak  relasi manusia,  semakin  tumbuh  pengabaian martabat manusia. Yang  harus  kita  lakukan  sebagai penyembuh  adalah  terima  keadaan  ini,  tapi tidak  menyerah,  sadar  virus  covid-19  dan virus-virus lainnya masih ada di sekitar kita, maka  ciptakan perubahan  baru  tetapi tidak meninggalkan kebersamaan. 5  M  dijalankan  (Memakai  masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi).

Mari kita pahami mimpi Tuhan. Mimpi Tuhan adalah kita menjadi rekan kerja Tuhan untuk  membawa  kesembuhan  bagi  dunia. Mimpi  Tuhan  adalah  melihat  umat-Nya bekerja  bersama-Nya  untuk  enghormati martabat  manusia,  melakukan  kebaikan bersama,  solidaritas  dan  pemeliharaan ciptaan. Jika mau menjadi rekan kerja Tuhan dengan tetap mematuhi 5M, pasti KBM tatap muka  bukan  saja  sekedar  uji  coba  tetapi pasti  seterusnya  dapat  terselenggara  di sekolah-sekolah.

Anda  berani  menjadi  rekan  kerja Tuhan???

SMA Sint Louis Gemilang

——————————————————————————————————

Ingin tulisan Anda dimuat di majalah Kiprah? hubungi Ibu Wiji (Pemred)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *