Seri BK Menjawab 2020

oleh : Sisilia Kiswanti, S.E.

 

Pengalaman hidup dalam keluarga semua orang punya. Ada yang direfleksikan sebagai sesuatu yang berharga, ada yang berlalu begitu saja.

Pengalaman masa kecil yang   sangat menyenangkan bagiku saat itu ketika ayah menggendong aku di punggungnya, dan ayah berlari-lari kecil sambil berkata:” Ayo…ayo, cantik… kamu saya tinggal…” Sambil terus berlari kecil, ayah terus menggoda dan tertawa.  Pada saat itu aku merasa bahagia, disayang dan dicinta.  Pengalaman itu menjadikan aku merasa berharga bagi orangtua.  Refleksi pengalaman berharga, membantu kita berkembang menjadi pribadi yang memiliki self confident dan self esteem

 

Begitu juga pengalaman kebersamaan dalam keluarga, entah dengan ibu, ayah atau kedua-duanya. Apabila diingat dan direfleksikan akan sangat bermakna.  Teringat olehku ketika aku menemani ayah bekerja membuat empyak. Empyak adalah  atap rumah dari bambu yang dirangkai terlebih dahulu sebelum dipasang. Rangkaian bambu itu diikat dengan ijuk.  Ayahku pandai membuat empyak. Saat saya menemaninya, ayah mengatakan kepada saya:” besok kalau kamu sudah besar, kamu akan memiliki pekerjaan yang ringan, tidak seberat ayah, kamu hanya pegang bolpoin…, dan dapat uang banyak”. Kata-kata itu memotivasi saya untuk menatap masa depan, dengan penuh harapan.

Apakah kita pada zaman ini masih memandang penting kebersamaan dalam keluarga?

Pengalaman manis apa yang tersisa dari keluarga kita ?

Apakah perjumpaan saya dengan ayah, ibu ,kakak dan adik memiliki warna ?

Senyum dan tertawa bersama meski sederhana memberi energi positif.

Menghargai dan menghormati orang tua, adalah perintah  agama yang sekaligus mendatangkan berkah.  Percaya …, harus!          Tidak…, silakan !

Akan tetapi refleksi pengalaman saya membuktikan bahwa menaati dan mengasihi orang tua memperlancar jalan saya menggapai cita-cita.

 

Meski orang tua tidak sempurna, banyak kelemahan dan perilaku konyol yang kadang susah diterima orang muda.  Sikap yang kadang-kadang  out off date, katrok, atau memalukan bagi orang muda, mereka tetaplah orang yang berjasa, bahkan amat penting dalam perjalanan hidup orang muda.

 

Pada saat ini sukacita dan kebersamaan dalam keluarga, jarang dialami.  Sebagian besar orang sibuk dengan dirinya sendiri, dengan pekerjaan, relasi, hp, game online, dan bahkan duduk bersama-pun masing-masing sibuk dengan dunianya sendiri.

Pengalaman-pengalaman dalam keluarga yang terlihat biasa, akan menjadi  luar biasa, ketika direfleksikan dan ditindaklanjuti.

 

Inilah keluarga masa kini, duduk bersama, berdekatan secara phisik, tetapi jauh di hati, karena masing-masing memiliki dunianya sendiri !

Adakah canda tawa, dan keakraban satu sama lain sebagai anggota keluarga ? Adakah kata-kata motivasi dari seorang ayah utuk anaknya tercinta, yang mengantar anaknya menggapai masa depan ?

Adakah harapan-harapan seorang ibu terhadap putra-putrinya yang terungkap dan jadi pendorong untuk melangkah ke depan?

 

Kehangatan keluarga diciptakan bersama oleh seluruh anggota, bukan oleh ayah saja atau ibu saja. Selamat berefleksi untuk kebaikan seluruh keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *