Peduli dengan sesama berati memperhatikan dan memahami sesama manusia.   Sikap peduli terhadap sesama  kini menjadi sikap langka yang haruslah di lestarikan.    Banyak dari para siswa  yang kurang peduli terhadap sesamanya, dan mementingkan urusannya masing-masing.  Akibatnya banyak kejadian yang mengarah kepada bullying terhadap sesama teman, tanpa ada yang menyampaikan kepada yang berwenang dalam hal ini wali kelas atau guru bk.

SMA Sint Louis,  mencanangkan Karakter Peduli sebagai salah satu karakter yang dikembangkan dan wajib dipraktikan oleh setiap siswa dalam hidup sehari-hari.  Alih-alih mempraktikkan sikap peduli, masing-masing  memilih aman dan tidak beresiko.  Baru-baru  ini ada siswa yang melalkukan perundungan ( bullying) terhadap temannya, sehingga teman tersebut ( kita sebut si korban) takut masuk sekolah, dan semua tahu cerita selanjutnya khan?.

Orang tua datang ke sekolah meminta keadilan.  Bagaimana selanjutnya?

Ketika satu kelas dimintai informasi  banyak dari siswa dalam kelas tersebut memilih tidak terlibat, dengan mengatakan tidak tahu ! Bukan tidak tahu, melainkan tidak mau terlibat, alias tidak peduli?  Di mana karaktermu?  Di mana rasa pedulimu? Di mana hati nuranimu? Tertutupkah semua ?

 

“Hai anak manusia, engkau tinggal di tengah-tengah kaum durhaka ,   yang mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar, sebab mereka adalah kaum durhaka.( ( Yehezkiel 12:2)

Mereka yang mempunyai mata untuk memperhatikan sesama, tetapi tidak mau peduli, mereka yang mempunyai telinga untuk mendengarkan sesama, tetapi tidak mau peduli, adalah kaum durhaka, menurut Yehezkiel.  Orang-orang seperti ini mendapat murka Allah.  Karena Allah sudah lebih dahulu peduli kepada kita, ketika kita ada dalam dosa dan memberontak kepada-Nya, Allah mengirimkan putera-Nya menjadi penyelamat kita.

Karena begitu besar kasih  Allah akan dunia ini , sehingga Ia telah mengaruniakan z  Anak-Nya  yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya b  kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. c( Yohnaes 3:16)

Allah mengajak kita untuk peduli terhadap sesama terutama yang sangat membutuhkan perhatian kita, yang lemah butuh  dukungan bukan perundungan alias bullying.

 

Setiap hari janganlah menilai atau menghitung apa yang akan kamu panen tetapi hitunglah apa yang telah kamu tanam, karena kamu akan memanennya kelak di surga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *