Oleh : Sisilia Kiswanti

Keberagaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang tidak bisa dipungkiri keberadaannya. Indonesia sendiri tercatat memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan 700 suku, dengan beragam etnis, budaya, serta bahasa daerah masing-masing. Seiring dengan kencangnya arus globalisasi dan kehadiran media sosial masih sedikit remaja Indonesia yang mempunyai pemahaman secara penuh mengenai arti keberagaman dan penting-nya mempunyai sikap toleransi yang berpotensi untuk menggeser nilai-nilai Bineka Tunggal Ika

SMA SINT LOUIS SEMARANG sebagai bagian dari lembaga pendidikan di Indonesia, mengapresiasi keberagaman budaya Indonesia sebagai sesuatu yang indah. Oleh karenanya memilih semboyan Multiculture School, mengingat para siswanya berasal dari berbagai daerah dan latar belakang budaya. Para siswa SMA Sint Louis Semarang, berasal dari daerah Jawa, Nias, Palembang, Lampung, Medan, Flores, Papua dan masih banyak lagi

Untuk membangun kebersamaan dalam keberagaman dibutuhkan sikap terbuka menerima satu dengan yang lain. Gesekan-gesekan kecil antar siswa, mesti dilihat sebagai proses saling menyesuaikan. “Kami mengajak para siswa untuk merangkul dan menghargai perbedaan itu sendiri sebagai bagian dari kehidupan mereka dalam berbagai bentuk, seperti warna atau jenis kulit, etnis, budaya dan bahasa

Belajar mengelola Toleransi demi kasih persaudaraan

Setiap siswa SMA Sint Louis Semarang, harus beradaptasi satu dengan yang lainnya. Dengan meningkatkan semangat toleransi antar para siswa, dapat memberikan perasaan tenang, dan membangun kasih persaudaraan dalam hidup bersama.

Toleransi merupakan suatu kemampuan pada diri seseorang dimana ia mengatasi ketidaksetujuannya. Terkadang rasa tidak setuju seseorang sangat menganggu bagi orang lain.

Contoh : seseorang Kakak kelas tidak setuju ketika melihat adik kelas berpakaian tidak sopan menurut pandangannya.

Meskipun tidak setuju, si Kakak tidak serta merta membully adik kelasnya, tetapi bertoleransi, memahami mungkin adik kelasnya belum tahu bahwa itu tidak sopan. Sehingga tetap bersikap lembut dan mengingatkan adiknya dengan santun.

Salah satu cara untuk melatih toleransi di dalam diri, adalah dengan menyimpan perasaan kita sendiri. Ketika sesuatu mengganggu kita, mengenai orang lain, bagus untuk mengingat bahwa mungkin orang lain itu tidak sadar atau tidak tahu tentang perasaan kita. Biarkan saja hal tersebut dan tetaplah berpkir bahwa itu hanya perasaan kita saja.

Waspadai Ego diri. Tidak jarang kalau ada orang yang mengganggu kita, kita mungkin marah dan berhasrat untuk melakukan balas dendam. Hasrat itu berasal dari Ego diri. Kenali ego kita, sehingga dapat mengontrolnya dengan baik. Semesta selalu berubah, begitupun dengan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita. Ingat-lah bahwa sebesar apapun orang mengganggu Anda, itu hanya sementara. Yang terdekat dengan Anda biasanya akan mengganggu Anda di beberapa kesempatan tetapi tidak selamanya, dan belajarlah untuk mentolerir gangguan itu.

Ketika kita sudah mampu beradaptasi dan bertoleransi, kita akan menikmati indahnya keberagaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *